Pemberdayaan Masyarakat Hulu Melalui Konservasi Sumber Daya Alam sebagai Antisipasi Bencana Kekeringan dan Banjir Sepanjang Tahun di Kabupaten Jember
DOI:
https://doi.org/10.31004/abdidas.v2i3.314Keywords:
hidrologi, konservasi, lestari, LFAAbstract
Perubahan kondisi hidrologis DAS (Daerah Aliran Sungai) Bedadung, Kabupaten Jember menyebabkan terjadi bencana kekeringan dan banjir bandang sepanjang tahun. Bencana tersebut terjadi karena di wilayah hulu terjadi perubahan tata guna lahan dan penerapan pertanian intensif. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk pemberdayaan masyarakat di wilayah hulu dalam rangka konservasi sumber daya alam sebagai bentuk antisipasi bencana. Lokasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat terletak di Desa Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember. Metode pelaksanaan terbagi menjadi beberapa kegiatan yaitu (i) pendekatan teknik, dan (ii) pendekatan sosial. Metode pengambilan data dilakukan secara RRA (Rapid Rural Appraisal) dan dianalisis secara LFA (Logical Framework Analysis). Hasil pengabdian ini masyarakat dengan pendekatan teknis didampingi untuk menanam pohon konservasi. Kemudian hasil pendekatan sosial dilakukan FGD (Focus Group Discussion) yang secara bersama mengidentifikasi faktor-faktor terjadinya bencana alam. Kegiatan ini dapat menjadi stimulus dalam meningkatkan peran dan partisipasi masyarakat dalam melestarikan sumber daya alam. Kemudian hasil LFA analisis diperoleh fokus isu dan akar masalah dalam mengidentifikasi terjadinya bencana. Dapat disimpulkan bahwa pemberdayaan masyarakat di wilayah hulu DAS Bedadung dapat menjadi upaya mitigasi dalam mengendalikan kerusakan alam dan bencana yang terjadi sepanjang tahun.
Downloads
References
Andriyani, I., Jourdain, D., Lidon, B., Soni, P., & Kartiwa, B. 2016. Upland Farming System Erosion Yields And Their Constraints To Change For Sustainable Agricultural Conservation Practices : A Case Study Of Land Use And Land Cover ( Lulc ) Change In Indonesia. Land Degradation & Development. DOI: 10.1002/ldr.2598.
Andriyani, I., Wahyuningsih, S., & Arumsari, R. S. 2020. Penentuan Tingkat Bahaya Erosi Di Wilayah Das Bedadung Kabupaten Jember. Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian Dan Biosistem, 8(1), 1–11. https://doi.org/10.29303/jrpb.v8i1.122.
Alfarisy, F. K., I. Andriyani, C. Adibowo. 2020. Evaluation of water quality due to the use of intensive fertilizer on farmer level in the upstream of Bedadung Jember Watershed, East Java, Indonesia. J. Degrade. Min. Land Manage, 7(4), 2502–2458. DOI:10.15243/jdmlm.2020.074.2301.
Alfarisy, F. K., I. Andriyani, and C. Adibowo. 2020). Typology of Agricultural Upstream Area of Watershed on Intensive Fertilizer Behaviour on Conservation of Natural Resources in Bedadung Typology of Agricultural Upstream Area of Watershed on Intensive Fertilizer Behaviour on Conservation of Natural Resources in Bedadung. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science 515https://doi.org/10.1088/1755-1315/515/1/012039.
AntaraJatim. (2021). No Title. Retrieved from Banjir bandang terjang Desa Bangsalsari Jember website: https://jatim.antaranews.com/berita/448016/banjir-bandang-terjang-desa-bangsalsari-jember.
Lestari, T., Agussabti, M. R. Alibasyah. 2014. Partisipasi Masyarakat Adat dalam Konservasi Sumberdaya Hutan di Kecamatan Kota Jantho Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan, 3(2), 506–516.
Noor, A., Vahlevi, J., & Fathurrozi. 2011. Stabilisasi Lereng Untuk Pengendalian Erosi Dengan Soil Bioengineeringmenggunakan Akar Rumput Vetiver. Jurnal POROS TEKNIK, 3(2), 69–74.
Petrina, J. M., F. K. Alfarisy, I. Andriyani, and L. P. Suciati. 2021. The Impacts of Change Forests into Agricultural Land to Social Economic Conditions Society in the Upstream of Bedadung Watershed The Impacts of Change Forests into Agricultural Land to Social Economic Conditions Society in the Upstream of Bedadung Watersh. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science 515. https://doi.org/10.1088/1755-1315/515/1/012045.
Purwanto. 2015. Meningkatkan Peran Masyarakat Dalam Konservasi: Melalui Penguatan Penata Kelolaan SDA Desa. Direktur Yayasan Tropenbos Indonesia (TBI) dan Operasi Walacea Terpadu. Halaman 103-121.
Renggi, E. R., Indra, M., Muslich, M., & Asmui. 2015. Panduan Pengelolaan Sumber Daya Hutan dan Pemanfaatan Mekanisme Pembayaran Layanan Ekosistem di Hutan Adat (Guideline for forest resources management and utilization of PES in customary forest). 1–82. Aliansi Masyarakat Adat Nusantara dan Japan Social Development Fund.
Rumaisha, A., H. Tania, dan I. Jamaludin. 2015. eran Vegetasi Terhadap Upaya Pencegahan Erosi Tebing Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Cinambo. Jurusan Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung.
Setyowati, D. N., dan S. S. Nugroho. 2015. Penguatan Lembaga Masyarakat Desa Hutan Dalam Rangka Peningkatan Efektivitas Pengelolaan Sumber Daya Hutan Dilereng Gunung Pandan. Sosial, Volume 16 Nomor 2: 42-58.
Subagyono, K., S. Marwanto, dan U. Kurnia. 2003. Teknik Konservasi Tanah Secara Vegetatif. Bogor: Balai Penelitian Tanah. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 Idah Andriyani, Sri Wahyuningsih, Mohammad Hoesain, Fariz Kustiawan Alfarisy

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





