Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga tentang Pengelolaan Obat yang Benar di Rumah

Authors

  • Nurlaila Agustikawati Kesehatan Masyarakat, STIKes Griya Husada Sumbawa
  • Ruslan Efendy Kesehatan Masyarakat, STIKes Griya Husada Sumbawa
  • Dicky Firmansyah Kesehatan Masyarakat, STIKes Griya Husada Sumbawa

DOI:

https://doi.org/10.31004/abdidas.v2i5.437

Keywords:

Gema Cermat, pengelolaan obat, perilaku tidak rasional

Abstract

Obat digunakan untuk pencegahan, penyembuhkan, pemulihan, peningkatan kesehatan, kontrasepsi dan untuk menetapkan diagnosa. Penggunaan obat yang tidak rasional mengakibatkan obat menjadi racun yang dapat memperparah penyakit, meracuni tubuh dan menyebabkan kematian. Masih banyak perilaku tidak rasional dalam proses swamedikasi yang dilakukan oleh ibu rumah tangga di Desa Poto. Untuk mengatasi hal tersebut maka Kementrian Kesehatan Republik Indonesia mencanangkan gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat (Gema Cermat) yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam penggunaan obat. Sasaran kegiatan adalah ibu rumah tangga di Desa Poto Kecamatan Moyo Hilir. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan menggunakan metode penyuluhan dengan menggunakan teknik ceramah, diskusi dan bimbingan konseling. Hasil pengabdian ini menunjukkan perubahan perilaku IRT di Desa Poto dalam mendapatkan obat yang benar sebesar 58,73%, menggunakan obat yang benar sebesar 60,17%, menyimpan obat yang benar sebesar 73,47%, dan membuang obat yang benar sebesar 91,41%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini memberikan dampak yang positif dan dapat meningkatkan pemahaman bagi ibu rumah tangga dalam pengelolaan obat yang benar dalam proses sswamedikasi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustikwati, N., Efendy, R.,& Sulistyawati. (2021). Peningkatan Pengetahuan Swamedikasi Ibu Rumah Tangga Dalam Pengelolaan Obat Di Rumah Melalui Edukasi DAGUSIBU. Journal Of Innovation Research And Knowledge, 393-397.

BPOM RI. (2012). Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK.03.11.12.7542 Tahun 2012 Tentang Pedoman Teknis Cara Distribusi Obat Yang Baik. Jakarta. BPOM

Dewi, A.P., Wardaniati, I., Pratiwi, D., &Valzon, M. (2019). Sosialisasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat Di Desa Kumain Kecamatan Tandun Kabupaten Rokan Hulu. Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin, Vol.3 No.1.

Kaufmann, C. P., Stämpfli, D., Hersberger, K. E., & Lampert, M. L. (2015). Determination Of Risk Factors For Drug-Related Problems: A Multidisciplinary Triangulation Process. BMJ Open, 5(3), 1–7.

BMJ Open, 5(3), 1–7.

Khairani, R. N., Latifah, E., &Septiyaningrum, N. M. A. (2021). Evaluasi Obat Kadaluwarsa, Obat Rusak Dan Stok Mati Di Puskesmas Wilayah Magelang. Jurnal Farmasi Dan Ilmu Kefarmasian Indonesia Vol. 8 No. 1 Hal:91-97

Mil, J. W. F. Van, Horvat, N., & Westerlund, T. (2017). Classification For Drug Related Problems © 2003-2017. ‘The PCNE Classification ,’ V 8.01, 1–10.

Classification ,’ V 8.01, 1–10.

Prabandari, S., & Febriyanti, R. (2016). Sosialisasi Pengelolaan Obat DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) Di Kelurahan Pesurungan Kidul Kota Tegal Bersama Ikatan Apoteker Indonesia Tegal. Parapemikir Jurnal Ilmiah Farmasi, Vo. 5 No. 1

RISKESDAS. (2013). Riset Kesehatan Dasar 2013. Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 40-46

Downloads

Published

2021-09-23

How to Cite

Agustikawati, N., Efendy, R., & Firmansyah, D. (2021). Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga tentang Pengelolaan Obat yang Benar di Rumah . Jurnal Abdidas, 2(5), 1127 - 1132. https://doi.org/10.31004/abdidas.v2i5.437

Issue

Section

Articles