Duta Emosi Positif: Pengembangan Peer Counseling sebagai Agen Literasi Emosi di Sekolah Menengah Atas

Authors

  • Ananda Rachmaniar Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Ma’soem
  • Muhammad Ridho Albari Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Ma’soem
  • Muthahharah Thahir Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Ma’soem
  • Jian Aulia Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Ma’soem
  • Ulsyana Hafizzianeu Sudrajat Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Ma’soem

DOI:

https://doi.org/10.31004/abdidas.v7i1.1308

Keywords:

literasi emosi, peer counseling, duta emosi positif, bimbingan dan konseling

Abstract

Masa remaja merupakan fase perkembangan yang ditandai oleh dinamika emosi yang kompleks dan fluktuatif, sehingga memerlukan kemampuan literasi emosi yang memadai. Rendahnya literasi emosi pada siswa SMA berpotensi memunculkan berbagai permasalahan psikososial, seperti konflik dengan teman sebaya, kecemasan akademik, perilaku maladaptif, serta menurunnya kesejahteraan psikologis. Di sisi lain, layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah masih menghadapi keterbatasan, terutama terkait rasio guru BK dan siswa serta belum optimalnya layanan yang bersifat preventif dan pengembangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan program Duta Emosi Positif sebagai bentuk penguatan peer counseling dalam meningkatkan literasi emosi siswa sekolah menengah atas. Kegiatan dilaksanakan di SMA Binar Ilmu Kabupaten Bandung dengan menggunakan pendekatan Participatory Action Research yang melibatkan siswa, guru BK, dan pihak sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program Duta Emosi Positif mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai literasi emosi, peran peer counseling, serta pentingnya dukungan emosional sebaya dalam kehidupan sekolah. Kegiatan ini berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih empatik, suportif, dan responsif terhadap kebutuhan emosional siswa, serta membantu optimalisasi layanan BK di sekolah. Pengembangan peer counseling berbasis literasi emosi melalui program Duta Emosi Positif merupakan strategi pengabdian yang relevan dan aplikatif dalam mendukung kesejahteraan psikologis dan perkembangan sosial-emosional remaja di sekolah menengah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Carr, R. A. (1981). Theory And Practice Of Peer Counseling. Ottawa: Canada Employment And Immigration Commission.

Fitriyah, L., Munawwaroh, F., Rohmah, L., Umami, L., & Fitriyah, N. (2023). Pengembangan Modul Pelatihan Dan Bahan Konseling Bagi Konselor Sebaya Remaja Di Sekolah Menengah. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling, 1(3), 994-1005.

Goleman, D. (1995). Emotional Intelligence. New York: Bantam Books.

Gysbers, N. C., & Henderson, P. (2012). Developing And Managing Your School Guidance And Counseling Program. Alexandria, Va: Asca.

Hamidah, R. N., Santinintyas, W. Y., Kristanto, I., & Daliman, D. (2024). Addressing Students' Mental Health Through Peer Counseling At Smk Muhammadiyah 4 Surakarta. Community Empowerment, 9(8), 1194-1203.

Hartati, Z., Hamdanah, H., & Wahdarohmah, N. K. (2025). Teachers' Ability In Building Students' Learning Readiness In Madrasah. Eduprof: Islamic Education Journal, 6(2), 45-62.

Mikraj, A. L., Laela, A. N., Asrori, D., Muslih, M., Izzulhaq, M. I., & Lail, A. (2025). Bimbingan Konseling Dalam Menyikapi Perubahan Fisik Dan Emosi Remaja. 5(June), 331–340.

Mizan, M., & Uce, L. (2025). Pengelolaan Emosi Negatif Dalam Konteks Pendidikan Remaja. Educational Studies And Research Journal, 2(1), 37–47.

Muktar, M. (2024). Penurunan Intensitas Pendidikan Islam Terhadap Fluktuasi Emosional Pada Remaja Usia Pertengahan. Islamic Pedagogy: Journal Of Islamic Education, 2(2), 121-133.

Novianty, A., Sokang, Y. A., Paramita, W., Angela, V., & Bertrand, J. (2024). Penerapan Modul Literasi Dasar Kesehatan Mental Remaja. 6(2), 207–227.

Rahayu, S. (2025). Peran Strategis Bimbingan Dan Konseling Dalam Pengelolaan Emosi Anak Di Lingkungan Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia, 1(2), 246-255.

Richerme, L. K. (2022). The Hidden Neoliberalism Of Casel's Social Emotional Learning Framework: Concerns For Equity. Bulletin Of The Council For Research In Music Education, (232), 7-25.

Safarina, N. A., Pratama, M. F. J., Nada, Q., Raisha, C., Shaliha, N., Agustin, D., & Anastasya, A. (2024). Meningkatkan Emotional Well-Being Untuk Mengurangi Konflik Antar Teman Sebaya. 2(6), 1572–1581.

Steiner, C. (1997). Emotional Literacy: Intelligence With A Heart. Fawnskin, Ca: Personhood Press.

Suciati, T. Peran Literasi Emosional Dalam Pengembangan Emosi Pada Anak Prasekolah.

Thahir, M. M., Rachmaniar, A., Tamam, B., Rahadiani, S. A., & Luthfiani, N. (2024). Pendampingan Pengembangan Program Taman Baca Untuk Meningkatkan Budaya Literasi Anak Usia Dini Melalui Metode Self-Directed Learning. Matappa: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 156-162.

Yuhaniah, R. (2022). Psikologi Agama Dalam Pembentukan Jiwa Agama Remaja. Jurnal Kajian Pendidikan Islam, 12-42.

Downloads

Published

2026-01-29

How to Cite

Rachmaniar, A. ., Albari, M. R. ., Thahir, M. ., Aulia, J. ., & Sudrajat, U. H. . (2026). Duta Emosi Positif: Pengembangan Peer Counseling sebagai Agen Literasi Emosi di Sekolah Menengah Atas. Jurnal Abdidas, 7(1), 70 - 79. https://doi.org/10.31004/abdidas.v7i1.1308

Issue

Section

Articles