Optimalisasi Peran Kader Posyandu dalam Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara

Authors

  • Utami Dewi Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang
  • Nurul Aini Suria Saputri Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang
  • Rita Ridayani Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang

DOI:

https://doi.org/10.31004/abdidas.v7i1.1303

Keywords:

kader posyandu, kanker serviks, kanker payudara, skrining, edukasi kesehatan

Abstract

Peningkatan kasus kanker serviks dan kanker payudara di Indonesia menunjukkan perlunya upaya deteksi dini berbasis komunitas, terutama di tingkat posyandu sebagai layanan kesehatan terdekat dengan masyarakat. Rendahnya pengetahuan kader posyandu tentang skrining kanker merupakan hambatan utama yang berpengaruh terhadap rendahnya partisipasi wanita usia subur dalam melakukan pemeriksaan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader posyandu melalui pelatihan, demonstrasi, dan simulasi penyuluhan dengan menggunakan Modul SHANAYA. Kegiatan ini dilaksanakan melalui tahap persiapan, pelatihan intensif, simulasi penyuluhan, serta implementasi langsung pada tiga jadwal posyandu sebagai bentuk evaluasi praktik. Hasil pre-test menunjukkan mayoritas kader berada pada kategori pengetahuan cukup, dan meningkat signifikan menjadi kategori baik pada post-test. Hasil kualitatif memperkuat temuan tersebut, di mana kader terlihat mampu menyampaikan edukasi dengan percaya diri, menggunakan media edukasi secara tepat, serta memotivasi masyarakat untuk mengikuti skrining. Implementasi lapangan menunjukkan respons masyarakat yang positif. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam edukasi deteksi dini kanker serviks dan payudara. Hasil ini menegaskan pentingnya pelatihan berkelanjutan sebagai upaya memperkuat peran kader dalam mendukung program deteksi dini di tingkat komunitas

Downloads

Download data is not yet available.

References

Dewi, K., & Rahayu, D. (2017). Challenges in implementing health promotion programs by Posbindu cadres. Indonesian Journal of Community Health.

Dewi, R., & Laksmi, N. (2020). Peningkatan peran kader dalam promosi kesehatan reproduksi di tingkat komunitas. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 11(2), 87–94.

Fitriani, A., Rahmawati, I., & Mulyani, S. (2019). Pengaruh pelatihan terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 45–52.

Hastuti, N. M., Pupitasari, R., & Sugiarsi, S. (2019). Peran kader kesehatan dalam program posbindu penyakit tidak menular di Puskesmas Jaten. Jurnal Ilmiah Maternal, 3(2).

Indonesia, K. K. R. (2012). Petunjuk teknis Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkung¬an.

Indonesia, K. K. R. (2022). Profil kesehatan Indonesia tahun 2021. Kementerian Kesehatan RI.

Knowles, M. S. (2015). The Adult Learner: A Definitive Classic in Adult Education and Human Resource Development (8th ed.). Routledge.

Kusumawati, N., Widyaningsih, E., & Putra, A. (2021). Determinants of women’s participation in cervical cancer screening programs. Journal of Public Health Promotion, 5(3), 112–120.

Lestari, A., Widodo, S., & Pratiwi, N. (2020). Peran kader dalam promosi kesehatan dan peningkatan perilaku pencegahan kanker pada tingkat komunitas. Indonesian Journal of Community Empowerment, 5(1), 23–31.

Maharani, T., Susanti, N., & Fadhilah, R. (2021). Efektivitas edukasi berbasis komunitas terhadap peningkatan perilaku pencegahan kanker. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 13(1), 33–41.

Nugraheni, W. P., & Hartono, R. K. (2018). Strategi penguatan program Posbindu penyakit tidak menular di Kota Bogor. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 9(3), 198–206.

Organization, W. H. (2020). Noncommunicable diseases. In World Health Organization. https://www.who.int

Putri, S., & Handayani, L. (2018). Peran kader dalam meningkatkan cakupan deteksi dini kanker serviks di posyandu. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 7(2), 120–128.

Rachmawati, H., Suryaningsih, W., & Arifah, N. (2022). Kendala dan strategi kader dalam pelaksanaan program skrining kanker serviks. Jurnal Kebidanan Dan Kesehatan, 14(1), 19–28.

Ratnasari, D., & Dewi, K. (2021). Efektivitas edukasi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan wanita usia subur tentang skrining kanker serviks. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 12(1), 45–53.

Sari, M., & Oktaviani, L. (2022). Peningkatan kapasitas kader melalui pelatihan komunikasi kesehatan. Jurnal Komunikasi Kesehatan, 6(2), 101–110.

Sung, H., Ferlay, J., Siegel, R. L., Laversanne, M., Soerjomataram, I., Jemal, A., & Bray, F. (2021). Global cancer statistics 2020: GLOBOCAN estimates of incidence and mortality worldwide for 36 cancers in 185 countries. CA: A Cancer Journal for Clinicians, 71(3), 209–249. https://doi.org/10.3322/caac.21660

Suryani, E., Rahayu, S., & Putri, D. (2018). Peningkatan kapasitas kader melalui pelatihan deteksi dini penyakit tidak menular. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 112–120.

Wahyuni, S. (2018). Factors affecting women’s participation in cervical cancer screening programs: A systematic review. Journal of Public Health Research.

Wulandari, P., & Yanti, D. (2020). Hubungan pengetahuan kader dengan efektivitas edukasi kesehatan di masyarakat. Jurnal Kesehatan Komunitas, 9(3), 155–162.

Downloads

Published

2026-01-24

How to Cite

Dewi, U., Suria Saputri, N. A., & Ridayani, R. . (2026). Optimalisasi Peran Kader Posyandu dalam Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara. Jurnal Abdidas, 7(1), 43-53. https://doi.org/10.31004/abdidas.v7i1.1303

Issue

Section

Articles