Jurnal Abdidas https://abdidas.org/index.php/abdidas <p><img src="https://abdidas.org/public/site/images/administrator/abdidass-flyer-4.jpg" alt="" width="800" height="453" /></p> en-US abdidas2020@gmail.com (Rahmi) fhasnah5@gmail.com (Fadhilatul Hasnah) Tue, 06 Jan 2026 10:55:15 +0700 OJS 3.2.1.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Pelatihan Grammar Siswa SMP dan MTs untuk Mempersiapkan Olimpiade Bahasa Inggris https://abdidas.org/index.php/abdidas/article/view/1298 <p>Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tata bahasa (grammar) Bahasa Inggris siswa tingkat SMP/MTs, terutama agar mereka siap menghadapi Olimpiade Bahasa Inggris di Kota Padang Panjang dan Kabupaten Tanah Datar. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh 21 siswa/siswi pilihan dari berbagai sekolah menengah pertama negeri di kedua wilayah tersebut. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode interaktif dengan materi yang disusun secara terstruktur, mencakup konsep grammar penting serta strategi mengerjakan soal olimpiade. Berdasarkan hasil evaluasi setelah kegiatan, rata-rata skor naik dari 58,3 menjadi 79,6 dengan peningkatan sebesar 21,3 poin atau 36,5%. Hal ini mengartikan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan dalam pemahaman peserta terhadap struktur Bahasa Inggris secara akurat dan sesuai konteks. Selain itu, dari hasil wawancara tertulis melalui google form peserta menyatakan bahwa mereka merasa lebih percaya diri dalam menghadapi Olimpiade Bahasa Inggris. Para peserta juga menyampaikan saran untuk adanya kegiataan pelatihan yang bersifat continue untuk meningkatkan kemampuan <em>grammar</em> mereka. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal kerja sama antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat dalam membangun kemampuan bahasa generasi muda.</p> Susi Susanti, Desna Fauziah, Erlinda Syam, Eka Pasca Surya Bayu Copyright (c) 2026 Susi Susanti, Desna Fauziah, Erlinda Syam, Eka Pasca Surya Bayu https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://abdidas.org/index.php/abdidas/article/view/1298 Tue, 06 Jan 2026 00:00:00 +0700 Penguatan Nilai-Nilai Islam melalui Digital Storytelling: Pelatihan Pembuatan E-Book Cerita Animasi Sederhana Berbasis AI https://abdidas.org/index.php/abdidas/article/view/1299 <p>Rendahnya kemampuan menulis, minimnya karya kreatif digital, serta belum terintegrasinya nilai-nilai Islami dalam pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah berbasis pesantren menjadi tantangan utama bagi siswa. Program pengabdian ini bertujuan memberdayakan siswa dan guru melalui digital storytelling berbasis kecerdasan buatan untuk memperkuat nilai-nilai Islami. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif, melibatkan siswa dan guru dalam setiap tahap. Dimulai dengan latihan menulis kreatif, hingga belajar menggunakan Google AI Studio dan Canva untuk membuat e-book dan animasi sederhana. Mereka dibimbing menemukan ide, menyusun kerangka cerita, mengembangkan narasi, mengintegrasikan tema Islami yang berhubungan dengan pengalaman kehidupan pesantren, serta memproduksi karya digital berbasis AI. Hasil pengabdian menunjukkan siswa mampu menghasilkan karya digital Islami yang menarik, sekaligus meningkatkan kreativitas dan kepercayaan diri dalam menulis dan berkarya. Guru pun memperoleh keterampilan untuk menerapkan model pembelajaran ini secara mandiri. Program ini membuktikan bahwa kombinasi pembelajaran partisipatif, digital storytelling, dan teknologi AI efektif tidak hanya dalam meningkatkan literasi digital dan kompetensi akademik, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan kontekstual bagi komunitas sekolah</p> Eva Meidi Kulsum, Ayang Winda Sri Widianingsing, Rina Mutiarawati, Alviani Halimatus Sadiah Copyright (c) 2026 Eva Meidi Kulsum, Ayang Winda Sri Widianingsing, Rina Mutiarawati, Alviani Halimatus Sadiah https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://abdidas.org/index.php/abdidas/article/view/1299 Wed, 21 Jan 2026 00:00:00 +0700 Literasi Digital untuk Generasi Muda: Memperkuat Komunikasi Bahasa Inggris dan Ekspresi Kreatif Siswa SMA Binar Ilmu Bandung https://abdidas.org/index.php/abdidas/article/view/1300 <p>Perkembangan teknologi digital yang pesat telah mengubah cara belajar dan berkomunikasi generasi muda, termasuk siswa SMA yang merupakan bagian dari generasi digital. Meskipun mereka akrab dengan <em>gadget</em> dan media digital, keterampilan literasi digital yang meliputi kemampuan berpikir kritis, etika berinternet, dan kreativitas dalam produksi konten masih tergolong rendah. Kondisi tersebut menyebabkan media digital lebih banyak digunakan sebagai sarana hiburan daripada pengembangan kompetensi bahasa dan ekspresi kreatif. Menyadari hal tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilakukan untuk meningkatkan literasi digital siswa melalui integrasi pembelajaran bahasa Inggris yang komunikatif dan berorientasi pada kreativitas. Pengabdian ini menggunakan metode <em>Asset-Based Community Development</em> (ABCD), yang menekankan pada pengembangan potensi yang telah dimiliki komunitas sekolah. Tahapan pelaksanaan meliputi: <em>Discovery</em>, <em>Dream</em>, <em>Design</em>, <em>Define</em>, dan <em>Destin.</em> Kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa penggunaan aset komunitas secara maksimal dapat mendorong peningkatan literasi digital, kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris, kreativitas, serta rasa percaya diri siswa. Partisipasi aktif guru dan siswa dalam seluruh tahapan menunjukkan bahwa pembelajaran yang dibangun dari kekuatan komunitas mampu menghasilkan lingkungan belajar yang kolaboratif, kontekstual, dan berkesinambungan</p> Rahma Sakina, Aip Syaepul Uyun , Sabila Agnia, Dini Utami Mulyaningsih Copyright (c) 2026 Rahma Sakina, Aip Syaepul Uyun, Sabila Agnia, Dini Utami Mulyaningsih https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://abdidas.org/index.php/abdidas/article/view/1300 Wed, 21 Jan 2026 00:00:00 +0700 Edukasi Partisipatif Tentang Ancaman dan Kerentanan Mikroplastik terhadap Kesehatan Masyarakat di Pesisir Pantai Banawa Selatan https://abdidas.org/index.php/abdidas/article/view/1301 <p>Kesadaran dan pemahaman masyarakat di desa Tanamea akan bahaya dari cemaran mikroplastik masih rendah, yang ditunjukkan dari cara pengolahan sampah oleh masyarakat, yaitu dengan membakar ataupun menguburkan dalam tanah tanpa memisahkan antara sampah plastik dengan sampah lainnya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membangun kesadaran, pemahaman dan literasi masyarakat desa Tanamea akan bahaya mikroplastik bagi kesehatan, agar masyarakat lebih bijak dalam penggunaan produk berbahan plastik, serta melakukan pengolahan sampah plastik dengan benar. Kegiatan PkM ini dilaksanakan di desa Tanamea, Banawa Selatan, dengan jumlah warga selaku partisipan sebanyak 28 orang. Metode pelaksanaan kegiatan PkM ini mengadopsi pendekatan metode PkM <em>Partisipatory Action Research </em>(PAR). Dari kegiatan PkM ini, antusias masyarakat terlihat dari beberapa pertanyaan yang diajukan, meliputi cara mengatasi/mengendalikan cemaran mikroplastik, khsusunya yang masuk pada tubuh manusia, cara mengurangi bahaya penggunaan produk perlengkapan rumah tangga berbahan plastik. Selain itu, masyarakat juga meminta penjelasan terkait cara penanganan sampah plastik yang terdapat di area pesisir pantai desa Tanamea, yang pada dasarnya adalah sampah plastik yang terbawa arus laut. Dari kegiatan pengabdian ini, dapat disimpulkan bahwa perlu adanya upaya berkelanjutan dalam membangun kesadaran masyarakat terkait penanganan sampah plastik</p> Fatmah Dhafir, Hayyatun Mawaddah, Abd Rauf, Ika Istadewi, Putu Maharani Copyright (c) 2026 Fatmah Dhafir, Hayyatun Mawaddah, Abd. Rauf, Ika Istadewi, Putu Maharani https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://abdidas.org/index.php/abdidas/article/view/1301 Sat, 24 Jan 2026 00:00:00 +0700 Optimalisasi Peran Kader Posyandu dalam Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara https://abdidas.org/index.php/abdidas/article/view/1303 <p>Peningkatan kasus kanker serviks dan kanker payudara di Indonesia menunjukkan perlunya upaya deteksi dini berbasis komunitas, terutama di tingkat posyandu sebagai layanan kesehatan terdekat dengan masyarakat. Rendahnya pengetahuan kader posyandu tentang skrining kanker merupakan hambatan utama yang berpengaruh terhadap rendahnya partisipasi wanita usia subur dalam melakukan pemeriksaan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader posyandu melalui pelatihan, demonstrasi, dan simulasi penyuluhan dengan menggunakan Modul SHANAYA. Kegiatan ini dilaksanakan melalui tahap persiapan, pelatihan intensif, simulasi penyuluhan, serta implementasi langsung pada tiga jadwal posyandu sebagai bentuk evaluasi praktik. Hasil pre-test menunjukkan mayoritas kader berada pada kategori pengetahuan cukup, dan meningkat signifikan menjadi kategori baik pada post-test. Hasil kualitatif memperkuat temuan tersebut, di mana kader terlihat mampu menyampaikan edukasi dengan percaya diri, menggunakan media edukasi secara tepat, serta memotivasi masyarakat untuk mengikuti skrining. Implementasi lapangan menunjukkan respons masyarakat yang positif. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam edukasi deteksi dini kanker serviks dan payudara. Hasil ini menegaskan pentingnya pelatihan berkelanjutan sebagai upaya memperkuat peran kader dalam mendukung program deteksi dini di tingkat komunitas</p> Utami Dewi, Nurul Aini Suria Saputri, Rita Ridayani Copyright (c) 2026 Utami Dewi, Nurul Aini Suria Saputri, Rita Ridayani https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://abdidas.org/index.php/abdidas/article/view/1303 Sat, 24 Jan 2026 00:00:00 +0700 Penyuluhan Menstrual Hygiene Management (MHM) dan Perhitungan Masa Ovulasi untuk Kesehatan Reproduksi pada Remaja Putri https://abdidas.org/index.php/abdidas/article/view/1304 <p>Angka kejadian Infeksi Saluran Reproduksi (ISR) tertinggi di dunia terjadi pada usia remaja (35-42%). Salah satu upaya promotif dan preventif yang dapat dilakukan yaitu dengan sosialisasi menstrual hygiene dan perhitungan masa ovulasi bagi remaja perempuan. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang menstrual hygiene dan perhitungan masa ovulasi yang menjadi dasar upaya pencegahan gangguan reproduksi serta peningkatan kualitas hidup remaja perempuan. Metode kegiatan yang dilakukan dimulai dari perijinan pelaksanaan kegiatan, persamaan persepsi dengan mitra, persiapan tempat sosialisasi hingga pelaksanaan sosialisasi kegiatan. Karang Taruna Jambusari sebagai mitra kegiatan ini berpartisipasi sebagai fasilitator dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Sosialisasi dilakukan pada hari Sabtu, 6 Desember 2025 oleh tim kegiatan. Pelaksanaan kegiatan sosialisasi di Karang taruna Jambusari dihadiri oleh 34 orang remaja perempuan dengan rentang usia 10-18 tahun. Dilakukan pengisian kuesioner pre-post test untuk menilai pemahaman responden terkait materi yang disampaikan. Hasil pre-test menunjukkan nilai total 52,2 poin dan nilai post-test menunjukkan nilai 85,5 poin. Tujuan kegiatan sudah tercapai yang dibuktikan dengan terlaksananya kegiatan secara lancar. Hasil kuesioner pre-post test menunjukkan bahwa resonden telah memahami materi yang disampaikan oleh tim pengabdian dengan baik</p> Syifa Sofia Wibowo, Fitria Wulandari, Nugraheni Kusumawati, Ika Pantiawati Copyright (c) 2026 Syifa Sofia Wibowo, Fitria Wulandari, Nugraheni Kusumawati, Ika Pantiawati https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://abdidas.org/index.php/abdidas/article/view/1304 Sat, 24 Jan 2026 00:00:00 +0700 Pelatihan P3k bagi Guru Pjok sebagai Upaya Pencegahan Cedera dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani di Kota Padang https://abdidas.org/index.php/abdidas/article/view/1289 <p>Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari kurikulum sekolah yang berperan penting dalam meningkatkan kebugaran jasmani serta membentuk gaya hidup sehat peserta didik. Namun, aktivitas fisik dalam pembelajaran Penjas memiliki potensi risiko cedera, seperti keseleo, patah tulang, hingga kondisi darurat medis yang lebih serius. Di Kota Padang, yang secara geografis berada di wilayah dataran rendah dengan suhu relatif panas, risiko cedera semakin meningkat, termasuk kejadian dehidrasi akut pada siswa. Permasalahan utama yang dihadapi adalah masih terbatasnya pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama pada guru pendidikan jasmani, sehingga berpotensi memperlambat penanganan cedera dan membahayakan keselamatan siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan kepercayaan diri guru Penjas dalam menangani keadaan darurat melalui pelatihan pertolongan pertama. Program ini mencakup pelatihan praktis berupa resusitasi jantung paru (CPR), perawatan luka, serta manajemen cedera olahraga. Kegiatan ini selaras dengan upaya pemenuhan standar keselamatan sekolah dan perlindungan peserta didik. Hasil yang diharapkan adalah terciptanya lingkungan pembelajaran yang lebih aman dan kondusif, meningkatnya kesiapsiagaan guru dalam menghadapi situasi darurat, serta tumbuhnya budaya keselamatan di sekolah. Luaran kegiatan meliputi publikasi artikel ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi, artikel pada media massa/elektronik, video dokumentasi kegiatan, dokumen kerja sama program studi dengan nagari, serta peningkatan keberdayaan mitra sesuai permasalahan yang mengacu pada RPJM Nagari</p> Muhammad Arnando, Lusi Angelia, Riand Resmana, Rika Sepriani, Darni Darni, Yaslindo Yaslindo, Sefri Hardiansyah, Eldawaty Eldawaty, Deswandi Deswandi, Khairuddin Khairuddin, Dessi Novita Sari Copyright (c) 2026 Muhammad Arnando, Lusi Angelia, Riand Resmana, Rika Sepriani, Darni, Yaslindo, Sefri Hardiansyah, Eldawaty, Deswandi, Khairuddin, Dessi Novita Sari https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://abdidas.org/index.php/abdidas/article/view/1289 Wed, 28 Jan 2026 00:00:00 +0700 Duta Emosi Positif: Pengembangan Peer Counseling sebagai Agen Literasi Emosi di Sekolah Menengah Atas https://abdidas.org/index.php/abdidas/article/view/1308 <p>Masa remaja merupakan fase perkembangan yang ditandai oleh dinamika emosi yang kompleks dan fluktuatif, sehingga memerlukan kemampuan literasi emosi yang memadai. Rendahnya literasi emosi pada siswa SMA berpotensi memunculkan berbagai permasalahan psikososial, seperti konflik dengan teman sebaya, kecemasan akademik, perilaku maladaptif, serta menurunnya kesejahteraan psikologis. Di sisi lain, layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah masih menghadapi keterbatasan, terutama terkait rasio guru BK dan siswa serta belum optimalnya layanan yang bersifat preventif dan pengembangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan program <em>Duta Emosi Positif</em> sebagai bentuk penguatan <em>peer counseling</em> dalam meningkatkan literasi emosi siswa sekolah menengah atas. Kegiatan dilaksanakan di SMA Binar Ilmu Kabupaten Bandung dengan menggunakan pendekatan <em>Participatory Action Research</em> yang melibatkan siswa, guru BK, dan pihak sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program <em>Duta Emosi Positif</em> mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai literasi emosi, peran <em>peer counseling</em>, serta pentingnya dukungan emosional sebaya dalam kehidupan sekolah. Kegiatan ini berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih empatik, suportif, dan responsif terhadap kebutuhan emosional siswa, serta membantu optimalisasi layanan BK di sekolah. Pengembangan <em>peer counseling</em> berbasis literasi emosi melalui program <em>Duta Emosi Positif</em> merupakan strategi pengabdian yang relevan dan aplikatif dalam mendukung kesejahteraan psikologis dan perkembangan sosial-emosional remaja di sekolah menengah.</p> Ananda Rachmaniar, Muhammad Ridho Albari, Muthahharah Thahir, Jian Aulia, Ulsyana Hafizzianeu Sudrajat Copyright (c) 2026 Ananda Rachmaniar, Muhammad Ridho Albari, Muthahharah Thahir, Jian Aulia, Ulsyana Hafizzianeu Sudrajat https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://abdidas.org/index.php/abdidas/article/view/1308 Thu, 29 Jan 2026 00:00:00 +0700 Penyuluhan dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair di Kelompok Tani Ingin Maju Desa Wairterang, Kabupaten Sikka https://abdidas.org/index.php/abdidas/article/view/1307 <p>Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan serta manfaat kegiatan penyuluhan dan pelatihan pembuatan pupuk organik cair bagi kelompok tani di Desa Wairterang, Kecamatan Waigete.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Desa Wairterang, Kecamatan Waigete selama 3 Minggu di tanggal 23 Oktober 2025 dengan melibatkan Kelompok Tani Ingin Maju sebanyak 16 orang. Bahan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah kotoran ternak (sapi), gula, terasi udang, air kepala murni dan daun kerinyu. Sedangkan alat yang digunakan berupa timbangan, parang, cobek. Kegiatan pemberdayaan ini dilakukan dengan membuat penyuluhan dan pelatihan pembuatan pupuk organik cair bagi Kelompok Tani Ingin Maju. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa petani tidak hanya memahami konsep pembuatan pupuk organik cair, tetapi juga mampu mempraktikkannya secara mandiri. Pupuk organik cair yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian berkelanjutan, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, serta memanfaatkan limbah organik yang tersedia di lingkungan sekitar. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini memberikan dampak positif bagi peningkatan kapasitas petani dan berpotensi mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Desa Wairterang.</p> Nur Fitria Ramadan, Yovita Yasintha Bolly, Hendrikus Darwin Beja Copyright (c) 2026 Nur Fitria Ramadan, Yovita Yasintha Bolly, Hendrikus Darwin Beja https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://abdidas.org/index.php/abdidas/article/view/1307 Thu, 29 Jan 2026 00:00:00 +0700 Edukasi Prakonsepsi terhadap Kesiapan Fisik dan Mental Calon Pengantin Wanita dalam Menghadapi Kehamilan di Kantor Urusan Agama (KUA) Padang Selatan https://abdidas.org/index.php/abdidas/article/view/1310 <p>Kesehatan prakonsepsi adalah kondisi kesehatan seorang perempuan sebelum memasuki masa kehamilan yang berperan penting dalam menentukan keberhasilan kehamilan dan kesehatan bayi. Pengetahuan tentang kesiapan fisik dan mental prakonsepsi masih rendah di masyarakat, khususnya pada calon pengantin wanita. Kondisi ini terlihat di wilayah kerja KUA Padang Selatan, di mana edukasi pranikah belum sepenuhnya mengakomodasi pentingnya pemahaman kesiapan prakonsepsi. Calon pengantin wanita cenderung fokus pada kesiapan administratif dan perayaan pernikahan tanpa mengutamakan pemahaman tentang status gizi, kesehatan reproduksi, dan kesehatan mental sebelum kehamilan. Padahal, menurut WHO (2020), fase prakonsepsi merupakan waktu strategis untuk mencegah kehamilan berisiko tinggi dan komplikasi persalinan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi yang komprehensif kepada calon pengantin wanita di KUA Padang Selatan, agar mereka lebih siap secara fisik dan mental dalam menyongsong peran sebagai ibu hamil dan ibu dari anak-anak yang sehat.</p> Defi Yulita, Fanny Ayudia, Ririn Ririn, Trya Mia Intani Copyright (c) 2026 Defi Yulita, Fanny Ayudia, Ririn Ririn, Trya Mia Intani https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://abdidas.org/index.php/abdidas/article/view/1310 Thu, 29 Jan 2026 00:00:00 +0700 Memupuk Karakter, Memulihkan Perilaku dan Emosi: Implementasi Program BERANI bagi Anak Asuh di Panti Asuhan https://abdidas.org/index.php/abdidas/article/view/1295 <p>Hipertensi atau yang lebih dikenal dengan sebutan penyakit darah tinggi adalah suatu keadaan di mana tekanan darah Anak asuh yang tinggal di panti asuhan seringkali menghadapi tantangan kesehatan mental akibat lingkungan pengasuhan yang terbatas. Program BERANI (Bertanggung Jawab, Empati, dan Bernilai Integritas) diimplementasikan untuk mengatasi masalah perilaku dan emosional pada anak asuh di Panti Asuhan Muhammadiyah Pesisir Selatan dengan pemberian edukasi yang menguatkan karakter BERANI pada anak. Kegiatan ini menggunakan desain mix methods yang melibatkan 30 anak asuh. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta instrumen kuantitatif pengetahuan yang diberikan dua kali (<em>pre-test </em>dan <em>post-test</em>). Pengukuran lainnya menggunakan <em>Strenght and Difficulties Questionnaire </em>(SDQ) untuk digunakan untuk mengukur kondisi emosi dan perilaku anak. Pemberian edukasi dilakukan selama 30 jam dalam 7 pertemuan selama periode Juli hingga September 2025. Evaluasi menunjukkan dampak positif yang signifikan dimana proporsi anak pada kategori emosi dan perilaku bermasalah di level “very high” menurun dari 32,1% menjadi 25,5%, sementara kategori “normal” meningkat pesat dari 14,3% menjadi 45%. Dari sisi pengetahuan, materi empati mengalo peningkatan pemahaman tertinggi sebesar 43%. Meskipun terdapat sejumlah tantangan salah satunya dari kurang konsistennya jarak jadwal pelaksanann yang juga dipengaruhi jarak geografis tim pelaksana menuju lokasi, program ini berhasil memperbaiki fungsi psikologis partisipan. Program BERANI efektif dalam meningkatkan kesehatan mental dan pengetahuan tentang karakter positif dari anak asuh. Temuan ini mendorong pentingnya pemenuhan hak kesejahteraan psikologis anak di panti asuhan secara berkelanjutan.</p> Ranisa Kautsar Tristi, Septi Mayang Sarry, Ridho Akbar Syafwan, Lulu Fadilah Parma, Febyola Salsabila Copyright (c) 2026 Ranisa Kautsar Tristi, Septi Mayang Sarry, Ridho Akbar Syafwan, Lulu Fadilah Parma, Febyola Salsabila https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://abdidas.org/index.php/abdidas/article/view/1295 Thu, 29 Jan 2026 00:00:00 +0700 Pemanfaatan Platform Digital Interaktif Dalam Meningkatkan Perilaku Hidup Sehat Sebagai Upaya Pencegahan Obesitas Pada Remaja SMA Kota Padang https://abdidas.org/index.php/abdidas/article/view/1311 <p>Obesitas remaja saat ini makin menjadi tantangan kesehatan masyarakat baik secara global maupun nasional, dikaitkan dengan gaya hidup dan konsumsi tinggi energi serta rendah aktivitas fisik. Pemanfaatan platform digital interaktif dapat mendukung perubahan perilaku hidup sehat melalui edukasi, monitoring aktivitas dan pola makan, serta umpan balik real-time. Pengabdian masyarakat ini bertujuan mengevaluasi penggunaan platform digital interaktif dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku hidup sehat remaja SMA di Kota Padang. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimen one group pre-test/post-test dengan platform berbasis aplikasi mobile yang mencakup fitur edukasi gizi, aktivitas fisik, dan pengingat aktifitas. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dari rata-rata 57,3 menjadi 78,9 (p&lt;0,001) dan peningkatan frekuensi aktivitas fisik mingguan dari 1,7 menjadi 3,6 hari (p&lt;0,001), serta tren meningkatnya konsumsi sayur‐buah harian. Temuan ini konsisten dengan literatur yang menunjukkan bahwa intervensi digital dapat meningkatkan perilaku diet dan aktivitas fisik pada remaja. Implikasi kegiatan ini menyarankan integrasi teknologi digital dalam promosi kesehatan sekolah untuk pencegahan obesitas remaja.</p> Fadhilatul Hasnah, Dian Paramitha Asyari, Irvandori Aplana Copyright (c) 2026 Fadhilatul Hasnah, Dian Paramitha Asyari, Irvandori Aplana https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://abdidas.org/index.php/abdidas/article/view/1311 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0700