Pengembangan Pusat Informasi dan Wisata Budaya Berbasis Ritual Adat Seblang di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi

Authors

  • Titik Maslikatin Universitas Jember
  • Heru SP Saputra Universitas Jember

DOI:

https://doi.org/10.31004/abdidas.v4i6.864

Keywords:

ritual adat, branduing wisata, media sosial

Abstract

Ritual adat Seblang di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah merupakan khazanah budaya Kabupaten Banyuwangi. Ritual tersebut juga dikenal dengan sebutan Seblang Olehsari.  Selama ini Seblang Olehsari telah masuk menjadi salah satu event dalam agenda tahunan Banyuwangi Festival. Namun, karena cukup banyaknya event dalam Banyuwangi Festival (pada tahun 2022 ini terdapat 99 event dalam setahun), maka perhatian dan pengelolaan pemerintah kabupaten terhadap ritual Seblang Olehsari sebagai destinasi wisata kurang optimal. Tujuan kegiatan ini untuk melakukan branding dan marketing wisata budaya berbasis ritual adat Seblang di Desa Olehsari Banyuwangi kepada wisatawan dan masyarakat umum. Oleh karena itu, perlu adanya alternatif terobosan untuk melakukan branding di media sosial agar lebih banyak wisatawan yang mengetahui informasi tentang pelaksanaan dan daya tarik ritual Seblang. Topik untuk melakukan branding wisata budaya terhadap ritual Seblang Olehsari ini cukup urgen karena telah dua tahun ritual Seblang tidak dilaksanakan akibat pandemi. Untuk membangkitkan ingatan para wisatawan, dan juga untuk menambah daya Tarik tentang ritual Seblang, maka perlu adanya sosialisasi dan promosi, di antaranya melalui kegiatan pengabdian dengan mengekspose di media sosial dan saluran komunikasi publik lainnya. Hasil kegiatan telah dilakukan pelatihan untuk membuka dan mengisi web desa. Tim memfasilitasi untuk mengjidupkan kembali web desa yang sudah mati, mengadakan pelatihan dengan mendatangkan ahli untuk meningkatkan  potensi SDM Pokdarwis agar dapat mengelola dan mengisi web desa. Pokdarwis sudah dapat membuat berita yang diunggah di web desa yang bernama desaolehsari.com.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anoegrajekti, N., Setyawan, I., Saputra, H. S. P., & Macaryus, S. (2015). Perempuan Seni Tradisi Dan Pengembangan Model Industri Kreatif Berbasis Seni Pertunjukan. Karsa: Jurnal Sosial Dan Budaya Keislaman, 23(1), 81. Https://Doi.Org/10.19105/Karsa.V23i1.610

Dhiniati, F., & Mardiansjah, F. H. (2016). 12893-29663-1-Sm. 12(2), 169–181.

Khotimah, K., Wilopo, & Hakim, L. (2017). Strategi Pengembangan Destinasi Pariwisata Budaya (Studi Kasus Pada Kawasan Situs Trowulan Sebagai Pariwisata Budaya Unggulan Di Kabupaten Mojokerto). Jurnal Administrasi Bisnis (Jab), 41(1), 56–65. Administrasibisnis.Studentjournal.Ub.Ac.Id

Pangestika, D. M. (2019). Perencanaan Pengembangan Wisata Budaya Dan Religi Di Provinsi Jawa Tengah. 150.

Saputra, H. S. P. (2014). Wasiat Leluhur: Respons Orang Using Terhadap Sakralitas Dan Fungsi Sosial Ritual Seblang. Makara Hubs-Asia, 18(1), 53–65. Https://Doi.Org/10.7454/Mssh.V18i1.Xxxx

Sugiyarto, S., & Amaruli, R. J. (2018). Pengembangan Pariwisata Berbasis Budaya Dan Kearifan Lokal. Jurnal Administrasi Bisnis, 7(1), 45. Https://Doi.Org/10.14710/Jab.V7i1.22609

Zackaria, R. F., Eddy, I. W. T., & Wirasmini Sidemen, I. A. (2019). Seblang : Sebuah Ritual Tari Di Desa Olehsari Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur Tahun 1990-2017. Humanis, 23(4), 298. Https://Doi.Org/10.24843/Jh.2019.V23.I04.P07

Downloads

Published

2023-12-31

How to Cite

Maslikatin, T., & Saputra, H. S. (2023). Pengembangan Pusat Informasi dan Wisata Budaya Berbasis Ritual Adat Seblang di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Jurnal Abdidas, 4(6), 518 - 524. https://doi.org/10.31004/abdidas.v4i6.864