Efektivitas Pelaksanaan Strategi DOTS (Directly Observed Treatment Short Course) dalam Penanggulangan TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Kuranji Padang
DOI:
https://doi.org/10.31004/abdidas.v4i2.768Keywords:
TBC, Strategi DOTSAbstract
Terjadinya TB Paru menjadi masalah Tuberkulosis yang selanjutnya disingkat TB adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, yang dapat menyerang paru dan organ lainnya. kemiskinan pada berbagai kelompok masyarakat serta tidak optimalnya pelaksanaan strategi DOTS (Directly Observed Treatment Short Course). Pelaksanaan strategi DOTS (Directly Observed Treatment Short Course) dilakukan di sarana-sarana Kesehatan Pemerintah dengan Puskesmas sebagai ujung tombak pelaksanaan program. Pelaksanaan strategi DOTS kepada pasien TB paru yang dilakukan setiap bulannya dalam bentuk penyuluhan yang diikuti lebih dari 30 orang pasien TB paru setiap bulannya, namun dianggap kurang efektif karena dilakukan hanya satu kali dalam sebulan. Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan perubahan dalam efektifitas pelaksanaan strategi DOTS setiap minggunya terhadap pasien TB paru dengan harapan dapat merubah pola gaya hidup pasien TB paru dalam menjalani perawatan terutama dalam pelaksanaan strategi DOT kepada pihak terkait seperti DinKes, puskesmas, dapat mengprogramkan kegiatan ini secara rutin Meningkatkan komitmen melalui kerjasama dalam hal pendanaan dengan pihak-pihak terkait baik instansi pemerintah ataupun swasta agar pelaksanaan penanggulangan Tb paru seperti penjaringan suspek, penyuluhan, penyediaan stok obat dapat terlaksanakan secara maksimal serta bekerjasama dengan Puskesmas.
Downloads
References
Andayani, S., & Astuti, Y. (2017). Prediksi Kejadian Penyakit Tuberkulosis Paru Berdasarkan Usia Di Kabupaten Ponorogo Tahun 2016-2020. Indonesian Journal For Health Sciences, 1(2), 29–33. Https://Doi.Org/10.24269/Ijhs.V1i2.2017.2
Cici Putri Anengsih. (2017). Implementasi Penanggulangan Tb Paru Dengan Strategi Dots (Directly Observed Treatment Shortcourse) Di Wilayah Kerja Puskesmas Batupanga Kabupaten Polewali Mandar. Makassar : Uin Alauddin
Dinas Kesehatan Kota. (2018). Data Pasien Tb Per Faskes. Padang( 131-133)
Hasri, F. A., Darmawansyah, & Indar. (2013). Studi Mutu Pelayanan Sentra Directly Observed Treatment Short-Course ( Dots ) Di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Sulawesi Selatan Tahun 2013. 1–13. Retrieved From Http://Repository.Unhas.Ac.Id/Handle/123456789/5507
Kemenkes Ri, (2019), Strategi Nasional Pengendalian Tb Di Indonesia Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.
Laporan Nasional Riskesdas.(2019). Prevalensi Tb Nasional. (79-91)
Muljono, I, M. (2013).Strategi Melawan Tb Dengan Dots, Http://Aidstuberculosismalaria,Blogspot,Com/2013/03/Strategi-Melawan-Tbdengan-Dots-I,Html, Diakses 16 Oktober 2019
Nurmadya, Medison, I., & Bachtiar, H. (2016). Hubungan Pelaksanaan Strategi Directly Observed Treatment Short Course Dengan Hasil Pengobatan Tuberkulosis Paru Puskesmas Padang Pasir Kota Padang 2011-2013. Andalas, 4(1), 207–211. Retrieved From Http://Jurnal
Peraturan Mentri Kesehatan . (2016). Penanggulangan Tuberkulosis. Indonesia
Samsudin, Muhammad. Kusuma,Ratna Aji & Djaya Suarta. (2014). Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Efektivitas Penyaluran Bantuan Social Di Bagian Social Sektretariat Social Di Kabupaten Kutai Timur. Samarinda : E-Jurnal Administrative Reform, Volume 1, No. 2
Sri Rahayu. (2018). Analisis Sistem Dots (Directly Observed Treatment Short Course) (Directly Observed Treatment Short Course) Sebagai Upaya Pengendalian Penyakit Tuberkulosis Di Puskesmas Parakan Kabupaten Temanggeng (Skripsi). Semarang : Universitas Negeri Semarang
Ulya, F., & Thabrany, H. (2019). Efektivitas Biaya Strategi Dots Program Tuberkulosis Antara Puskesmas Dan Rumah Sakit Swasta Kota Depok. Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia, 3(1), 109–117. Https://Doi.Org/10.7454/Eki.V3i1.2321
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Helmanis Suci, Ledia Restipa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





