Penyuluhan Kesehatan Pencegahan Penyakit Kecacingan di SDN 12 Limran

Authors

  • Ni Ketut Elmiyanti STIK Indonesia Jaya
  • Freny R Mbaloto STIK Indonesia Jaya
  • Diah Fitri Purwaningsih STIK Indonesia Jaya

DOI:

https://doi.org/10.31004/abdidas.v3i3.595

Keywords:

penyuluhan kesehatan, perilaku hidup bersih dan sehat, kecacingan

Abstract

Indonesia termasuk negara berkembang yang tidak terlepas dari masalah kesehatan penyakit kecacingan. Prevalensi penyakit kecacingan tinggi karena indonesia beriklim tropis, memiliki kelembapan udara yang tinggi sehingga memungkinkan perkembangan cacing semakin baik. Selain itu, tingkat perekonomian dan sosial masyarakat indonesia yang belum merata menyebabkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan diri masih kurang. Beberapa hasil penelitian menunjukkan kecacingan lebih banyak menyerang pada anak-anak SD / Madrasah Ibthidayah (MD dikarenakan aktifitas mereka yang lebih banyak berhubungan dengan tanah. Pencemaran tanah merupakan penyebab terjadinya transmisi telur cacing dari tanah kepada manusia melalui tangan atau kuku yang mengandung telur cacing lalu masuk ke mulut melalui makanan. Berdasarkan hal tersebut maka telah dilaksanakan pengabdian kepada masyarakat dengan sasaran siswa/siswi di SDN 12 Limran yaitu penyuluhan kesehatan tentang pencegahan penyakit kecacingan. Melalui pengabdian kepada masyarakat diharapkan siswa/siswi di SDN 12 Limran dapat mengetahui dan memahami tentang penularan penyakit kecacingan. Metode yang digunakan yaitu ceramah dan demonstrasi. Saat penyuluhan berlangsung siswa-siswi SDN 12 Limran terlihat antusias dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, beberapa pertanyaan dapat dijawab dengan tepat, dan saat demonstrasi mencuci tangan seluruh siswa/sisa dapat melakukan dengan baik dan benar. Siswa-siswi SDN 12 Limran telah mengetahui dan memahami tentang penularan penyakit kecacingan dengan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat melalui mencuci tangan menggunakan sabun, menggunakan air bersih, menjaga kebersihan makanan, menggunakan jamban sehat, dan mengkonsumsi obat cacing secara rutin.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Irfan, A., & Delima. (2017). Faktor Risiko Penyakit Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar. 11(77), 33–38.

Lailatusyifa, N., Ayu, R., Sartika, D., & Nuryati, T. (2022). Determinan Kejadian Kecacingan Pada Siswa Sd. 57–67. Https://Simakip.Uhamka.Ac.Id/Download?Type=Jurnal&Id=2446

Megasari, M., & Fiska, B. (2006). Penyuluhan Tentang Penyakit Cacingan Pada Anak-Anak Dan Masyarakat. 1, 40–44. Https://Doi.Org/10.25311/Prosiding.Vol1.Iss3.38

Permenkes. (2017). Penanggulangan Cacingan (Pp. 6–18). Https://Peraturan.Bpk.Go.Id/Home/Details/111981/Permenkes-No-15-Tahun-2017

Phetisya Pamela, & Sumolang, F. (2012). Prevalensi Kecacingan Pada Anak. Jurnal Vektor Penyakit, Vi(2), 14–19.

Putri, A. N., & Suharti, S. (2021). Penyuluhan Kesehatan Tentang Penyakit Hipertensi Pada Lansia. Journal Of Public Health Concerns, 1(2), 70–81. Https://Ejournal.Upi.Edu/Index.Php/Bsm/Article/View/33744

Downloads

Published

2022-05-25

How to Cite

Elmiyanti, N. K. ., Mbaloto, F. R., & Purwaningsih, D. F. . (2022). Penyuluhan Kesehatan Pencegahan Penyakit Kecacingan di SDN 12 Limran. Jurnal Abdidas, 3(3), 381 - 386. https://doi.org/10.31004/abdidas.v3i3.595

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)