Identifikasi dan Manfaat Tanaman Obat Keluarga di Masyarakat Desa Sukorejo Gunungpati, Semarang

Authors

  • Ari Yuniastuti Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
  • Nugrahaningsih Nugrahaningsih Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
  • Noor Aini Habibah Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
  • Talitha Widiatningrum Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
  • Tyas Agung Pribadi Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
  • Fitri Arum Sasi Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/abdidas.v2i1.233

Keywords:

pemanfaatan TOGA, pengetahuan, ketrampilan, kader PKK

Abstract

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dikenal sebagai apotik hidup merupakan tanaman yang ditanam di halaman rumah. Penanaman TOGA di pekarangan warga RT02/RW05 Sukorejo, Gunungpati, Semarang selama ini belum terlaksana dengan baik. Oleh karena itu dilakukan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader PKK dalam identifikasi dan pemanfaatan TOGA melalui penyuluhan, pelatihan dan pendampingan TOGA. Khalayak sasaran  adalah kader PKK RT 02/RW05 dan ibu-ibu yang dipilih karena memiliki kemampuan lebih dalam menjalankan kegiatan PKK dan pandai mendesiminasikan hasil pengabdian pada khalayak yang lebih luas. Kegiatan berlangsung selama 6 bulan meliputi persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi meliputi a) penyuluhan potensi tanaman rempah-rempah bagi kesehatan dan perlunya menanam rempah-rempah dalam bentuk Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di pekarangan, b). pelatihan bagi kader PKK RT02/RW 05 tentang cara menaman TOGA di lahan minimalis dan c) pelatihan mengolah hasil pasca panennya menjadi berbagai minuman yang berkhasiat bagi kesehatan. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan kader PKK RT 02/ RW 05 tentang pengelolaan dan pemanfaatan taman TOGA, terwujudnya taman TOGA di masing-masing perkarangan halaman depan rumah, serta kemandirian dalam pemenuhan pengobatan tradisonal. Keberlanjutan program ini diharapkan dapat dilakukan dengan memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan menanam TOGA, sehingga pemanfataan TOGA untuk kesehatan dapat dilakukan secara berkesinambungan dan berdampak pada sosial ekonomi masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anonim. (2014). Profil Kecamatan Gunungpati. Kecamatan Gunugpati Kota Semarang.

Anonim. (2016). Profil Kelurahan Sukorejo. Klurahan Sukorejo, Kecamatan Gunugpati Kota Semarang.

Aslamiah, S., Afitah, I., & Mariaty. (2017). Peningkatan Kesehatan Masyarakat Melalui Pemberdayaan Wanita Dalam Pemanfaatan Lahan Pekarangan Dengan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Pengabdianmu, 2(2), 111–117.

Hikmat, A., Zuhud, E. A. M., Siswoyo, Sandra, E., & Sari, R. K. (2011). Revitalisasi Konservasi Tumbuhan Obat Keluarga (TOGA) Guna Meningkatkan Kesehatan Dan Ekonomi Keluarga Mandiri Di Desa Contoh Lingkar Kampus Ipb Darmaga Bogor. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 16(2), 71–80.

Tuloli, T. S., & Taupik, M. (2020). Pemberdayaan Dan Pemanfaatan Tanaman Toga Untuk Produk Minuman Immunostimulan Di Masa Pandemi Covid 19 Desa Wubudu Kecamatan Sumalata Timur Kabupaten Gorontalo Utara (pp. 1–31).

Yuniastuti, A., Harini, N. W., Habibah, N. A., Widiatningrum, T., & Pribadi, T. A. (2020). IbM Pemberdayaan Kader PKK RT 02/RW 05 Sukorejo Dalam Pengelolaan Dan Pemanfaatan TOGA (pp. 1–23).

Downloads

Published

2021-02-20

How to Cite

Yuniastuti, A., Nugrahaningsih, N., Habibah, N. A. ., Widiatningrum, T., Pribadi, T. A. ., & Sasi, F. A. . (2021). Identifikasi dan Manfaat Tanaman Obat Keluarga di Masyarakat Desa Sukorejo Gunungpati, Semarang. Jurnal Abdidas, 2(1), 135-141. https://doi.org/10.31004/abdidas.v2i1.233

Issue

Section

Articles