Penyuluhan Gema Cermat Obat dan Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer

Authors

  • Fitri Apriliany Prodi Farmasi, Fakultas Kesehatan, Universitas Bumigora, Indonesia
  • Recta Olivia Umboro Prodi Farmasi, Fakultas Kesehatan, Universitas Bumigora, Indonesia
  • Vera Fitriya Ersalena Prodi Farmasi, Fakultas Kesehatan, Universitas Bumigora, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/abdidas.v2i1.207

Keywords:

COVID-19, SARS-CoV-2, obat, suplemen, hand sanitizer, disinfectant

Abstract

COVID-2019 merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) dan pertama kali terjadi pada Desember 2019 di Wuhan, Cina. Pemerintahan Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengumumkan kasus pertama COVID-19 di NTB pada Maret 2020. Jumlah pasien positif yang terkonfirmasi per tanggal 16 November 2020 sebanyak 4,480 kasus yang tersebar di propinsi NTB, seperti Lombok Barat dengan kasus positif COVID-19 sebanyak 728 kasus yang disebabkan oleh tingginya riwayat perjalanan ke daerah terjangkit. Oleh karena itu, tim dosen Program Studi Farmasi Universitas Bumigora melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Penyuluhan Gema Cermat Obat dan Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer” di Lembar Timur Kecamatan Lembar, Lombok Barat dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat dengan benar. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan melalui media promosi kesehatan dengan: a) memberikan sosialisasi gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat dan suplemen kesehatan di masa pandemi COVID-19, b) memberikan pelatihan pembuatan produk hand sanitizer dan disinfectant yang memenuhi kaidah formulasi yang baik dari segi teknis maupun efikasi, dan c) menyediakan alat dan bahan yang diperlukan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa masyarakat memiliki pengetahuan terkait cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat dan suplemen dengan tepat. Selain itu, masyarakat dapat praktik secara langsung dengan membuat produk akhir, berupa hand sanitizer sebanyak 20 L dan disinfectant sebanyak 25 L.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ariadi, L. G. (2020). Press release data COVID-19 provinsi NTB (Vol. 10, Issue 1, pp. 1–2). https://corona.ntbprov.go.id/storage/dokumen/Press Release Update COVID-19 - 16 November 2020.pdf

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2004). Ketentuan Pokok Pengawasan Suplemen Makanan. 26. http://www.pom.go.id/pom/hukum_perundangan/pdf/final kep_lampiran.pdf

Kemenkes RI. (2018). Penggolongan obat dan dagusibu.

Kemenkes RI. (2020). Situasi Terkini Perkembangan (COVID-19). Kemenkes, September, 17–19. https://COVID19.kemkes.go.id/download/Situasi_Terkini_050520.pdf

Sampieri, R. H. (2020). Clinical management of COVID-19. WHO. https://www.who.int/publications/i/item/clinical-management-of-COVID-19

Siswanto, Budisetyawati, Ernawati1, F. (2013). Peran Beberapa Zat Gizi Mikro Dalam Sistem Imunitas. Gizi Indon, 1(3), 57–64. https://doi.org/10.13841/j.cnki.jxsj.2013.01.021

Zhang, L., & Liu, Y. (2020). Potential interventions for novel coronavirus in China: A systematic review. Journal of Medical Virology, 92(5), 479–490. https://doi.org/10.1002/jmv.25707

Downloads

Published

2021-01-26

How to Cite

Apriliany, F. ., Umboro, R. O., & Ersalena, V. F. (2021). Penyuluhan Gema Cermat Obat dan Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer . Jurnal Abdidas, 2(1), 41-47. https://doi.org/10.31004/abdidas.v2i1.207

Issue

Section

Articles